Di lantai 2, pengunjung dapat menemukan Wayang Potehi, Wayang Palembang, Wayang Papua, dan Wayang Sasak melalui layar sentuh yang menyajikan informasi audio dan visual.

Museum juga menampilkan wayang dan boneka dari berbagai negara seperti India, Ceko, Suriname, Kamboja, Swedia, AS, Korea Selatan, Sri Lanka, Inggris, Prancis, Rusia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Ada Wayang Wahyu, wayang kulit ciptaan Bruder Timotheus Wignyosubroto (1959) yang digunakan untuk menyebarkan ajaran Katolik. Juga Wayang Revolusi dengan tokoh Soekarno dan Mohammad Hatta.

Ruang Imersif menjadi daya tarik utama. Pengunjung dapat menonton film wayang 360 derajat, bermain di Arena Interaktif dan Ramp Interaktif tanpa biaya tambahan.

Untuk Selasa-Jumat, jadwal Ruang Imersif pukul 09.30-15.00 WIB. Sabtu-Minggu pukul 09.30-18.00 WIB.

Kloter dibuka setiap 30 menit.

>>> Heboh! Dugaan Pelecehan Seksual Libatkan Oknum Penegak Hukum Pemilik Ponpes di Wonogiri, Polisi Gelar Pemeriksaan Saksi

Pengunjung dengan Museum Passport dapat meminta stempel museum pada petugas. Tersedia tiga stempel dengan desain berbeda.