Tim pengembang RPCS3 mengumumkan pencapaian besar dalam preservasi game PlayStation 3. Lebih dari 75% judul PS3 dalam basis data mereka kini dapat dimainkan sepenuhnya di PC.

Pengumuman ini muncul saat kebijakan Sony baru-baru ini memicu kekhawatiran tentang pelestarian game generasi lama.

>>> Saber Interactive CBO Beri Kode Rilis 2028 untuk Star Wars: KOTOR Remake

Tingkat Kompatibilitas RPCS3

Dalam pernyataan di media sosial, pengembang RPCS3 mengonfirmasi bahwa 75,33% dari seluruh game PS3 yang diuji kini dapat dimainkan tanpa masalah berarti.

Sebanyak 22,93% game lainnya bisa dijalankan tetapi masih mengalami bug signifikan atau keterbatasan performa.

Hanya 1,69% yang dapat dimainkan secara terbatas, dan 0,06% gagal boot sama sekali.

RPCS3 digambarkan sebagai emulator sumber terbuka yang bertujuan meniru sistem PlayStation 3 secara akurat berkat komunitas dan rekayasa balik.

Tim pengembang menekankan bahwa pengguna hanya boleh memainkan game yang mereka miliki secara legal dan tidak mendukung pembajakan.

>>> Angkatan Darat AS Aktifkan Unit PSYOP Baru yang Fokus pada Afrika

Kebijakan Sony Picu Perdebatan Preservasi

Pengumuman RPCS3 mengikuti dua perubahan kebijakan besar Sony.

Sony mengonfirmasi bahwa PlayStation Store untuk PS3 akan ditutup pada 2027, sementara rilis game fisik PlayStation diperkirakan berakhir pada Januari 2028.

Langkah ini mempercepat transisi Sony menuju distribusi digital dan memicu diskusi tentang preservasi game jangka panjang. Banyak judul mungkin tidak lagi dapat diakses melalui saluran resmi.

Dalam konteks ini, kompatibilitas RPCS3 yang terus meningkat menjadi tonggak penting bagi para pegiat preservasi yang ingin game klasik PS3 tetap bisa dimainkan di masa depan.

Sementara itu, komunitas emulasi juga mulai menjajaki emulasi PlayStation 5, meskipun proyek tersebut masih dalam tahap awal dengan fungsi terbatas.

>>> Teori Chemoton: Ilmuwan Hungaria Pecahkan Misteri Terbesar Kehidupan?

Dengan lebih dari tiga perempat pustaka PS3 kini dapat berjalan di PC modern, RPCS3 menunjukkan bagaimana upaya preservasi berbasis komunitas dapat memperpanjang umur game klasik.