Seorang ilmuwan asal Hungaria mungkin telah memecahkan misteri terbesar umat manusia: apa itu kehidupan? Teori yang diajukan puluhan tahun lalu kini mulai terbukti di laboratorium.

Tibor Gánti lahir di Vác, Hungaria, pada 10 September 1933. Ia tumbuh di tengah Perang Dunia II dan pendudukan Soviet.

>>> The Witcher 3 Salip Skyrim dalam Penjualan Meski Rilis Lebih Awal

Meski berlatar belakang teknik kimia dan bekerja di biokimia industri, obsesinya adalah pertanyaan fundamental: apa yang sebenarnya mendefinisikan sesuatu sebagai makhluk hidup?

Selama bertahun-tahun, Gánti bekerja di balik Tirai Besi, terisolasi dari kalangan ilmiah Barat. Pada 1971, ia menerbitkan The Principles of Life dalam bahasa Hungaria.

Karena hambatan bahasa dan isolasi geopolitik, model revolusionernya tidak dikenal luas.

Isolasinya tidak semata-mata geografis.

Ahli biologi Hungaria, Eörs Szathmáry, yang mengenal Gánti dengan baik, menggambarkannya sebagai brilian namun "mustahil untuk diajak bekerja sama".

Kepribadian yang sulit itu semakin memperlambat penyebaran gagasannya.

Tiga Sistem dalam Satu Unit Kehidupan

Ketika Gánti memperkenalkan chemoton, model asal-usul kehidupan lain juga bermunculan. Namun pendekatan Gánti berbeda.

Ia bersikeras bahwa tidak ada satu mekanisme molekuler pun yang dapat menjelaskan kehidupan sendirian.

Gánti mengusulkan bahwa unit kehidupan paling sederhana membutuhkan tiga sistem dasar yang saling terhubung: metabolisme untuk membangun dan memelihara bagian kimia, sistem genetik untuk menyimpan informasi kimia untuk replikasi, dan membran sebagai pembatas fisik yang menyatukan metabolisme dan sistem genetik.

Jika satu komponen dihilangkan, sistem tersebut tidak lagi hidup.

Sel teoretis ini cukup sederhana untuk terbentuk di Bumi purba, namun cukup umum untuk menggambarkan kehidupan yang dibangun dari kimia asing.