Struktur kelembagaan tersebut terganggu setelah agresi Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menargetkan berbagai tingkatan komando Hamas dan berambisi memusnahkan kelompok itu.

Israel terus mengincar para pemimpin Hamas hingga Haniyeh tewas di Teheran pada Juli 2024.

Dewan Syura kemudian menunjuk Sinwar sebagai pengganti pada Agustus 2024, namun ia tewas dua bulan kemudian di Rafah.

Hamas lalu membentuk dewan kepemimpinan sementara beranggotakan lima orang untuk menangani pemerintahan dan negosiasi di masa perang. Komite transisi ini dipimpin oleh Mohammad Darwish yang berbasis di Qatar.

Analis politik Palestina, Wissam Afifa, mengatakan struktur organisasi Hamas beroperasi mirip dengan proses biologis "pembelahan mitosis".

>>> BGN Ungkap Motor Listrik MBG Belum Jadi Aset Meski Telah Dibayar Lunas

Pada saat krisis, prosedur darurat dan rencana cadangan secara otomatis memicu lapisan kepemimpinan sekunder untuk mengambil alih kendali.