Skema pembagian data itu akan mulai diterapkan pada Januari tahun depan. Komisi Eropa juga menetapkan formula untuk menghitung biaya akses terhadap data tersebut.

Komisioner Teknologi Uni Eropa Henna Virkkunen mengatakan kebijakan tersebut diharapkan membuka peluang bagi munculnya alternatif terhadap Google Search maupun layanan AI Google seperti Gemini.

"Melalui langkah-langkah ini kami berharap akan muncul alternatif bagi Google Search dan layanan AI Google, seperti Gemini, sehingga pengguna di Uni Eropa memiliki lebih banyak pilihan layanan," ujar Virkkunen dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Kamis (16/7).

Google Kritik Kebijakan UE

Di sisi lain, Google kembali mengkritik kebijakan tersebut.

Penasihat hukum Google, Kent Walker, mengatakan perubahan yang diwajibkan Uni Eropa berisiko melemahkan perlindungan privasi dan keamanan bagi jutaan pengguna di Eropa.

"Keputusan hari ini berisiko melemahkan perlindungan privasi dan keamanan yang sangat penting bagi jutaan warga Eropa," kata Walker dalam sebuah email.

Menurutnya, Google telah beberapa kali mengajukan solusi yang diklaim mampu menjaga keamanan pengguna sekaligus memenuhi tujuan DMA.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 18 - 19 Juli 2026

Ia menyebut keputusan regulator mengabaikan berbagai bukti yang disampaikan perusahaan mengenai potensi dampak terhadap pengguna.