Dalam analisisnya, ia menyebut terdapat perbedaan signifikan pada foto yang beredar.

"Saya katakan bahwa andai kata foto ini kita komparasikan dengan perhitungan probabilitas Bayesian Mathematics, maka foto ini 92,37 persen berbeda dengan foto mantan presiden yang namanya Jokowi," kata dia.

Dokter Tifa pun menolak anggapan bahwa pendapat tersebut merupakan bentuk fitnah. "Nggak ada hubungannya dengan fitnah, nggak ada hubungannya dengan pencemaran nama baik," tegasnya.

Saat ini, sidang kasus ijazah palsu Jokowi masih berada pada tahap pemeriksaan awal.

>>> Gaya Amora Lemos Anak KD Kembali Masuk Sekolah, Pakai Tas Rp 7 Jutaan

Majelis hakim terlebih dahulu akan memutus eksepsi yang diajukan pihak terdakwa sebelum menentukan apakah perkara akan dilanjutkan ke tahap pembuktian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.