>>> 7 Gaya WAGs Argentina Usai Kalahkan Inggris, Istri Messi Hingga Fernandez

"Tidak ada sebuah pembangunan di negara manapun tanpa investasi. Negara maju atau daerah maju pasti dibangun dengan investasi," kata Bahlil.

Harga Gas untuk Industri Pupuk

Bahlil menyebut harga gas untuk industri pupuk telah disepakati di kisaran US$6-US$7 per MMBTU untuk gas pipa.

Sementara itu, harga gas bagi sektor industri lainnya masih dalam tahap negosiasi.

"Harga gasnya lagi negosiasi, tergantung.

Yang jelas, untuk pupuk itu kemarin kita sudah dapat kurang lebih sekitar US$6-US$7 per MMBTU (gas pipa)," jelasnya.

Untuk LNG, Bahlil menyebut harga akan menggunakan formulasi yang mengacu pada harga minyak mentah Indonesia (ICP).

Pemerintah ingin memastikan bahan baku industri berasal dari sumber gas domestik agar memberikan efek berganda bagi ekonomi daerah.

"LNG-nya memang dia akan memakai formulasi ICP, tetapi yang saya pinginkan adalah proses bahan bakunya dari sini sehingga punya nilai rendah, tapi multiplier effect-nya, nilai tambahnya akan terjadi di sini," paparnya.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan harga LNG dari proyek Masela nantinya akan mengikuti mekanisme pasar global.

"Kemudian untuk harga gasnya juga semua sudah menanti, kan antara LNG ekspor harganya beda-beda tipislah... US$12,5 dolar," kata Djoko.

Pembangunan industri pupuk menjadi salah satu bentuk nilai tambah dari pengembangan Lapangan Abadi Masela.

>>> Lockheed Martin Rancang Glide Body Hipersonik yang Bisa Diproduksi Massal

Melalui kebijakan hilirisasi, gas yang berpotensi diekspor dalam bentuk LNG akan dimanfaatkan untuk mendukung industri strategis, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.