Jagat transportasi daring kembali berduka. Sebuah insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial ATP mengguncang Kabupaten Tangerang pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Peristiwa pembunuhan yang disertai pencurian dengan kekerasan (curas) ini terjadi di Perumahan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang.
 
Yang membuat kasus ini kian menyita perhatian publik adalah motif di balik aksi brutal tersebut. Pelaku, seorang buruh pabrik berinisial D (25), awalnya diketahui memiliki niatan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, tekanan ekonomi dan peluang sesaat mengubah niat kelam tersebut menjadi tindak kriminal yang merenggut nyawa sesama manusia.
 
 

Detik-detik Mencekam di Pos Istirahat Driver

Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari penyelidikan kepolisian, kejadian bermula ketika korban, ATP, sedang tertidur lelap di pos istirahat khusus pengemudi ojek online. Sepeda motor yang menjadi sumber nafkahnya terparkir tak jauh dari posisi ia beristirahat, sebuah pemandangan yang lumrah di kalangan mitra ojol yang lelah selepas menempuh perjalanan malam.
 
Keheningan malam itu pecah ketika D melintas di area tersebut. Dalam kondisi mental yang tidak stabil akibat beban pikiran, D awalnya berjalan tanpa tujuan yang jelas. Namun, pandangan matanya tertuju pada korban yang sedang terlelap dan sepeda motor yang terparkir di dekatnya.
 

Pergeseran Motif: Dari Keputihan Menjadi Keserakahan Sesaat

Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Arief Ryzki Wicaksana, mengungkapkan bahwa pelaku sejatinya sedang dilanda keputusasaan. D mengalami tekanan psikologis yang berat akibat tidak mampu memenuhi biaya pernikahan yang semakin mendesak.
 
"Karena dia bingung untuk mencari uang demi memenuhi biaya pernikahan, dia sempat berniat bunuh diri. Namun, saat berjalan dan melihat korban sedang tidur, pikirannya berubah," jelas Kompol Arief saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/7/2026).
 
Alih-alih mengurungkan niatnya untuk mencari jalan keluar yang damai, D justru membiarkan naluri kriminalnya mengambil alih. Ia mendekati korban dengan diam-diam, berniat untuk mengambil sepeda motor tersebut. Untuk mewujudkan aksinya, D mulai menggeledah saku celana ATP yang sedang tertidur demi mencari kunci kontak sepeda motor.