Gyomei Himejima, pemimpin Hashira, menjadi inisiator dan pengawas pelatihan. Ia tampil penuh welas asih dan memotivasi para pemburu iblis.

Sanemi Shinazugawa, dengan watak keras, melatih Tanjiro dan kawan-kawan. Awalnya ia tidak percaya Nezuko tidak berbahaya, namun akhirnya berubah.

Muichiro Tokito awalnya bersikap dingin, tetapi setelah bertemu Tanjiro menjadi lebih hangat. Ia membuktikan kemampuannya dalam pertarungan melawan Sanemi dan Obanai.

Mitsuri Kanroji membantu Tanjiro, Inosuke, dan Genya meningkatkan fleksibilitas tubuh. Pelatihannya berguna untuk menghindari serangan musuh.

Tengen Uzui, meski sudah pensiun, memimpin bagian pertama pelatihan yang fokus pada stamina dan kemampuan fisik. Tanjiro mendapat manfaat untuk mengendalikan Hinokami Kagura.

Giyu Tomioka muncul dengan cerita emosional. Masa lalunya terungkap, dan setelah mengatasi trauma, ia bersedia ikut pelatihan.

Genya Shinazugawa, yang terbatas dalam teknik pernapasan, menemukan strategi baru dengan memakan daging iblis. Pertemuannya dengan Gyomei menjadi titik balik.

Muzan Kibutsuji, antagonis utama, tidak muncul secara fisik. Namun, ia terus mengirim iblis untuk mencari Nezuko dan mengganggu para pemburu iblis.

>>> Android 17: Janji AI Masa Depan, yang Diterima Hanya Gelembung Mengambang

Ancaman Muzan memotivasi para pembasmi iblis untuk menjadi lebih kuat. Para Hashira sadar bahwa pertarungan melawannya akan menjadi pertempuran hidup dan mati.