"Pada tahap ini, meskipun kemampuan serangan ofensif tentu diinginkan, hal itu belum penting," ujarnya.

>>> Apakah Film Evil Dead Burn (2026) Bakal Lanjut Season 4?

Muhammad Syameer Luthfy Hamzah, peneliti di Universitas Islam Internasional Malaysia, mengatakan pencarian sistem rudal permukaan-ke-permukaan pengganti akan sangat penting dan tak boleh dianggap catatan kaki.

"Rudal itu bukanlah komponen kecil.

Rudal itu merupakan bagian dari kemampuan tempur ofensif kapal dan, secara tidak langsung, berkontribusi pada kemampuan pencegahan konvensional," ujarnya.

Tanpa sistem rudal, kapal perang ini masih bisa menangani pengawasan maritim, bantuan kebencanaan, dan operasi pencarian dan penyelamatan.

Namun, Malaysia sudah punya badan untuk tugas-tugas tersebut.

"Oleh karena itu, pencarian sistem rudal permukaan-ke-permukaan pengganti akan sangat penting," tambahnya.

Proyek Kapal Maharaja Lela

Malaysia akan memiliki lima unit kapal tempur pesisir kelas Maharaja Lela. Pembuatan kapal perang ini menelan biaya sekitar US$2,55 miliar.

Kapal ini dibangun berdasarkan desain kelas Gowind dari French Naval Group. Kapal-kapal tersebut dijadwalkan dikirim secara bertahap hingga tahun 2029.

Awalnya, kapal dijadwalkan dikirim pada 2019. Namun, kesalahan urus di Boustead Naval Shipyard menyebabkan serangkaian penundaan.

Kementerian Keuangan Malaysia akhirnya turun tangan dan mengubah namanya menjadi Lumut.

Sentimen publik memburuk terhadap program rebranding tersebut usai skandal itu terjadi. Akan tetapi, kebutuhan akan kapal baru semakin sulit diabaikan.

>>> Sinopsis dan Daftar Pemeran Film Evil Dead Burn (2026) Tayang 17 Juli 2026

Untuk saat ini, kapal perang terbaru Malaysia tampaknya akan mulai bertugas sebagai kapal pengawal mumpuni tanpa daya serang.