"Setiap bahan makanan memiliki waktunya sendiri.

Ada saatnya makan di restoran fine dining, ada saatnya makan McDonald's, dan ada saatnya menikmati mi instan," katanya.

Hampir 70 tahun sejak pertama kali diciptakan, fungsi mi instan ternyata tidak hanya sebagai makanan praktis.

World Instant Noodles Association mencatat hingga Mei 2026, anggotanya telah menyalurkan sekitar 8 juta porsi mi instan dalam 53 misi bantuan bencana di berbagai negara.

Selain mudah didistribusikan, semangkuk mi hangat juga dianggap mampu memberikan rasa nyaman bagi para penyintas bencana.

Mungkin itulah alasan mengapa, di tengah tren pola makan sehat yang terus berkembang, mi instan tetap bertahan sebagai salah satu makanan paling dicintai di dunia.

>>> Pesona Bintang Olahraga di Karpet Merah ESPYs 2026

Sesekali menikmati mi instan memang bukan masalah. Yang terpenting adalah mengonsumsinya secara bijak dan tidak menjadikannya menu utama setiap hari.