Desakan Tokoh Publik: Hotman Paris Buka Suara

Kontroversi ini semakin memanas ketika tokoh hukum kenamaan, Hotman Paris Hutapea, turut angkat bicara melalui akun media sosialnya. Dengan nada kritis, Hotman mendesak agar Kapolres Lombok Tengah dicopot dari jabatannya karena dinilai lamban dan tidak tegas dalam menangani kasus yang sensitif ini.
 
"Kapolres Lombok Tengah tidak punya nyali tahan dia!! Agar Komisi III DPR minta Kapolri agar Kapolres ini dicopot," tulis Hotman dalam unggahannya yang dengan cepat menjadi viral dan memicu ribuan komentar dari warganet yang senada.
 
Pernyataan Hotman ini secara tidak langsung menambah tekanan besar bagi jajaran Kepolisian Daerah (Polda) NTB untuk menunjukkan keseriusan dalam mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus memulihkan citra institusi yang dinilai "tak bernyali" oleh sebagian kalangan.
 

Mengenal Sosok Kombes Pol Hariyanto, S.H.: Latar Belakang Brimob yang Dikenal Tegas

Di tengah badai kontroversi ini, Polri menghadirkan wajah baru. Kombes Pol Hariyanto, S.H., ditunjuk untuk memimpin Polresta Lombok Tengah. Siapa sebenarnya sosok di balik seragam jenderal bintang satu ini?
 
Sebelum dipercaya mengemban jabatan strategis ini, Hariyanto dikenal sebagai figur yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak solid di bidang ketertiban dan penanganan situasi konflik. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Latar belakangnya di korps Brimob menjadi nilai tambah yang signifikan. Satuan Brimob dikenal dengan disiplin tinggi, ketegasan, dan kemampuan manajerial dalam menangani situasi yang rumit dan penuh tekanan. Pengalaman ini diharapkan dapat membawa pendekatan yang lebih tegas, terukur, dan berpihak pada keadilan dalam mengawal kasus santri dibakar ini, sekaligus meredam gejolak opini publik yang berkembang.