Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa mengganti hanya setengah porsi makanan tinggi lemak jenuh (seperti mentega, keju, telur, atau daging olahan) dengan alpukat setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 16% hingga 22%.

Selain lemak baik, alpukat juga sarat akan kalium dan magnesium yang membantu menjaga stabilitas tekanan darah.

Blueberry

Dr. Audrey Damren, D. O.

, menempatkan kelompok buah beri, khususnya blueberry, di daftar teratas.

Blueberry kaya akan antosianin—pigmen alami pemberi warna biru yang merupakan salah satu antioksidan dan anti-inflamasi paling kuat.

"Anggap saja mereka sebagai penjaga pembuluh darah Anda," kata Dr. Min.

Antioksidan ini bekerja menangkap radikal bebas yang memicu penyumbatan arteri (aterosklerosis), meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.

Jeruk

Selain kaya vitamin C, buah sitrus seperti jeruk mengandung senyawa khusus bernama flavanon (seperti hesperidin dan naringin).

Senyawa ini terbukti membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, dan menjaga keseimbangan gula darah.

>>> Samsung Resmi Kenalkan Flex Titanium untuk Galaxy Foldable Generasi Baru

Dr. Min mengimbau pasien untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi buah sitrus secara berlebihan, terutama jenis grapefruit (jeruk bali merah), karena dapat berinteraksi dengan obat-obatan jantung tertentu.