Menurut Jiao, jika tidak bersedia menjaga cucu, Shen seharusnya membantu kebutuhan ekonomi mereka dengan memberikan uang setiap bulan.

Namun, saudara perempuan Jiao membela ibunya.

Ia mengungkapkan bahwa Shen bekerja sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan pas-pasan, tetapi selama ini tetap berusaha membantu kedua putranya.

Bahkan, Shen disebut telah memberikan lebih dari 100 ribu yuan atau sekitar Rp 266 juta kepada mereka.

Menurut sang kakak, setelah bertahun-tahun bekerja keras, Shen berhak menikmati hidup dan menjalin hubungan dengan pasangan seusianya tanpa harus dibebani kewajiban mengasuh cucu.

Kini setelah menjadi korban penganiayaan, Shen tidak bisa bekerja maupun memberikan bantuan keuangan kepada anaknya.

Seorang pengacara dari Guangdong Zheqing Law Firm menjelaskan bahwa secara hukum, tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak berada di tangan orang tua.

Selama kedua orang tua masih mampu bekerja, kakek dan nenek tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengasuh cucu.

Kasus ini masih dalam proses penyelesaian. Sang menantu dilaporkan berpotensi dijerat kasus penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara hingga tiga tahun.

>>> Joe Ryan Bicara Rumor Transfer Red Sox dan Fastball Uniknya

Peristiwa tersebut juga memicu perdebatan di media sosial China mengenai batas tanggung jawab kakek dan nenek dalam mengasuh cucu, serta pentingnya menyelesaikan konflik keluarga tanpa kekerasan.