Pernah jatuh hati pada aroma parfum saat mencobanya di toko, tetapi ketika sampai di rumah wanginya justru terasa berbeda?

Aroma yang semula lembut bisa berubah menjadi terlalu tajam, kurang keluar, atau bahkan terasa seperti parfum yang berbeda.

>>> Deschamps Pastikan Mbappe 100 Persen meski Sempat Cedera Lawan Maroko

Jika pernah mengalaminya, Anda tidak sedang berhalusinasi. Aroma parfum memang bukan sesuatu yang sepenuhnya statis.

Wewangian dapat berubah bergantung pada berbagai faktor, mulai dari kondisi kulit hingga cara penyimpanannya. Mengutip Channel News Asia, parfum terus bereaksi dengan lingkungan di sekitarnya.

"Dalam pengalaman saya meracik aroma, parfum itu hidup, bukan formula yang tetap.

Cairan yang sama bisa bereaksi berbeda tergantung udara, suhu, kulit, bahkan siapa yang memakainya," ujar Lee, pendiri sebuah rumah parfum di Singapura.

7 Penyebab Aroma Parfum Berubah

Berikut tujuh penyebab parfum yang dicoba di toko bisa terasa berbeda setelah dibawa pulang.

1. Tidak mencobanya langsung di kulit.

Banyak orang pertama kali mencium aroma parfum dari kertas tester. Cara ini memang praktis, tetapi tidak selalu menggambarkan aroma yang sesungguhnya.

Saat diaplikasikan ke kulit, parfum akan bereaksi dengan suhu tubuh, kelembapan, dan minyak alami kulit.

Faktor-faktor tersebut memengaruhi bagaimana setiap lapisan aroma (top notes, middle notes, dan base notes) berkembang.

2. Tester di toko sudah mengalami oksidasi.

Setiap kali tester digunakan, udara masuk ke dalam botol. Seiring waktu, paparan udara dapat mengubah karakter aroma parfum.

"Aroma tester yang sudah digunakan selama berbulan-bulan bisa sedikit berbeda dibandingkan botol yang baru dibuka," kata Lee.

Pada beberapa parfum, oksidasi membuat aroma pembuka menjadi lebih lembut sekaligus memperkuat aroma dasar (base notes).