Suasana peragaan dikemas lebih artistik melalui rangkaian pembuka berupa penampilan History Maker Dancer, dilanjutkan pertunjukan teatrikal dari Patricia Dancer, hingga sesi Fashion Kids yang dipandu penyanyi dan MC cilik.

Seluruh penampilan di atas runway berada di bawah arahan koreografer Agoeng Soedir Poetra, sehingga setiap koleksi tampil sebagai pertunjukan utuh.

Inspirasi fashion tidak hanya hadir di atas runway. Pengunjung diajak menjadi bagian dari atmosfer acara melalui dress code "Fantastica Wastra" dan "Aesthetica in Blue".

Ajakan ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap fashion dapat diwujudkan melalui gaya personal, sekaligus mendorong masyarakat lebih berani mengekspresikan diri lewat pilihan busana.

Di sisi lain, Bazaar Fashion yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 turut memperluas pengalaman tersebut.

Beragam produk fashion, kosmetik, karya desainer, tenant Malang Town Square, hingga produk UMKM lokal menjadi ruang pertemuan kreativitas dengan masyarakat.

>>> GP Ansor: Usulan Aturan Nikotin dan Tar KemenkoPMK Mengorbankan Petani Tembakau

Kehadiran bazaar memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat proses berkembangnya ekosistem industri kreatif di daerah.