Tim pembela juga meminta Biro Penjara federal untuk secara eksplisit mempertimbangkan kondisi medis yang terdokumentasi saat menentukan fasilitas tempat Zambada akan menjalani sisa hidupnya.

Zambada memasuki Amerika Serikat pada 25 Juli 2024 bersama Joaquín Guzmán López, yang diduga menipu dan memaksa gembong narkoba yang sudah tua itu naik penerbangan pribadi dari Sinaloa ke lapangan terbang dekat Culiacán menuju New Mexico.

"Saya mengakui kerusakan serius yang disebabkan oleh narkoba ilegal kepada penduduk Amerika Serikat, Meksiko, dan tempat lain.

Saya juga mengakui biaya manusia dari kekerasan dan ilegalitas yang dilakukan organisasi kriminal saya.

>>> Komdigi Laporkan Ribuan Rekening ke OJK Terkait Judi Online

Saya menerima tanggung jawab atas peran saya dalam semua itu dan meminta maaf kepada semua yang telah menderita atau terkena dampak dari tindakan saya," kata Ismael "El Mayo" Zambada dalam pernyataan resmi selama proses hukum.