Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menambahkan, drone thermal juga menjadi langkah mitigasi kebakaran selama musim kemarau.

Luas lahan TPA yang mencapai 33 hektare tidak bisa hanya mengandalkan pantauan petugas di lapangan.

"Langkah ini terbukti efektif saat instansi terkait meminta bantuan Kementerian LHK untuk memindai area TPA," ucapnya.

Selain drone, infrastruktur pendukung seperti toren air kecil di titik rawan dan toren besar sebagai cadangan pasokan air juga disiapkan.

DLHK juga akan meresmikan satuan tugas (Satgas) pemadam kebakaran internal TPA melalui Surat Keputusan (SK) Dinas untuk mengoptimalkan patroli rutin setiap jam.

Ujat mengatakan, selama masa transisi pascakebakaran, pihaknya menyiapkan strategi jangka panjang dengan rehabilitasi tata pengelolaan sampah.

Lahan sisa yang belum tersentuh akan dimanfaatkan sebagai lokasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan energi.

"Jadi prinsipnya, open dumping sudah tidak boleh, tetapi kita untuk menuju ke sanitary atau control landfill itu perlu waktu dan biaya, makanya kita lakukan bertahap," paparnya.

Untuk rehabilitasi lahan pascakebakaran, DLHK akan memanfaatkan kontur lahan yang vegetasi rumputnya telah terbakar. Kondisi ini memudahkan pemetaan area.

Terkait penanganan residu abu agar tidak mencemari udara, Ujat mengatakan pihaknya akan mengikuti rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dengan menutup lahan.

>>> Berapa Jam Berdiri Setiap Hari untuk Membakar Lemak?

"Saran dari Kementerian kan ditutup, di-capping. Hanya dalam situasi ini, hal tersebut masih baru kita rencanakan," katanya.