Itu adalah periode perubahan besar dalam perdagangan Eropa, di mana barang global menjadi lebih terlihat dan jaringan maritim menghubungkan daerah-daerah yang jauh.

Pertanyaan mendasar masih belum terjawab: apa yang menyebabkan kapal tenggelam?

Badai adalah salah satu kemungkinan, terutama di Skagerrak di mana cuaca buruk dan kondisi kuat telah lama membuat navigasi berbahaya.

Namun, peneliti belum tahu apakah kapal hilang tiba-tiba karena cuaca buruk, rusak karena kecelakaan lain, atau kewalahan karena alasan lain.

Ada juga misteri manusia. Kapal semacam ini mungkin hanya membawa awak kecil, mungkin lima atau enam orang.

Apakah mereka selamat? Apakah mereka diselamatkan?

Atau apakah kapal tenggelam terlalu cepat sehingga mereka tidak dapat bertahan?

Untuk saat ini, bangkai kapal memberikan lebih banyak jawaban tentang perdagangan daripada tentang orang-orang yang ada di dalamnya.

Meskipun kondisi pengawetan yang spektakuler, tujuannya bukan untuk mengangkat seluruh kapal dari dasar laut. Mengangkat bangkai dari kedalaman 600 meter akan sulit secara teknis, mahal, dan berisiko.

Itu juga dapat merusak bukti yang ingin dilindungi peneliti.

Sebagai gantinya, arkeolog memperlakukan situs itu seperti penggalian laut dalam.

Mereka menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh untuk memfilmkan bangkai, membuat catatan terperinci, dan mengambil objek tertentu dengan hati-hati.

Sekitar 40 artefak telah dibawa ke permukaan untuk konservasi dan penelitian.

Pendekatan ini penting karena penempatan objek adalah bagian dari bukti. Cara piring ditumpuk, peti diatur, dan kargo didistribusikan dapat mengungkapkan bagaimana kapal dagang abad ke-18 dimuat.

>>> Dua Gempa Bumi Kecil Guncang California Utara dan Selatan

Setelah objek diangkat, konteks itu tidak akan pernah bisa diperoleh kembali.