3. Perbandingan Sensitif dengan Profesi LC

Puncak dari serangkaian komentar yang dianggap melampaui batas adalah ketika dr. Ayu diduga menyamakan Amanda Zahra dengan perempuan yang bekerja sebagai Lady Companion (LC).
 
"Gajdi deh keknya dokternya. Kaya mending LC sekalian emg kerjaannya gitu," tulis unggahan tersebut.
 
Pernyataan ini memancing gelombang kritik yang sangat keras. Menyamakan seorang publik figur dengan profesi yang sering kali distigmatisasi secara negatif di masyarakat dianggap sebagai bentuk pelecehan verbal tingkat tinggi yang bertujuan untuk menghancurkan reputasi dan martabat seseorang.
 

4. Konfirmasi Langsung Nama Amanda Zahra

Keraguan publik tentang siapa sosok yang dimaksud dalam unggahan-unggahan sindiran tersebut akhirnya terjawab. Jejak digital menunjukkan percakapan di kolom komentar ketika seorang pengguna media sosial dengan akun farrzeyya bertanya, "Kepo bgt ih siapa? texting me please."
 
Dengan lugas, akun yang diduga milik dr. Ayu membalas, "Amanda Zahra bej." Jawaban singkat namun tegas ini semakin memperkuat dugaan dan bukti bahwa seluruh rangkaian unggahan sebelumnya memang secara spesifik ditujukan untuk menyerang Amanda Zahra.
 

 

Sikap Tegas Amanda Zahra: Menuntut Ruang Aman bagi Perempuan

Menanggapi badai kontroversi ini, Amanda Zahra menunjukkan kedewasaan emosional yang patut diapresiasi. Ia mengakui bahwa dirinya sudah terbiasa menghadapi komentar negatif mengenai penampilannya sepanjang kariernya. Namun, ada garis merah yang dilanggar dalam kasus ini.
 
"Poin lainnya aku nggak terlalu peduli. Aku sudah berurusan dengan objektifikasi dan pelecehan sepanjang hidupku. Meskipun hal-hal tersebut jelas tidak dapat diterima, itu bukan hal baru bagi saya," ungkap Amanda dalam pernyataannya yang penuh ketegaran.
 
Ia menekankan bahwa yang membuatnya paling kecewa adalah sumber dari penghinaan tersebut. "Tetapi bekerja di bidang kedokteran estetika dan mempermalukan wanita di depan umum karena memilih perawatan estetika yang dianggap mereka jalani adalah hal yang paling tidak ironis," tambahnya.
 
Dampak dari insiden ini membuat Amanda memutuskan untuk tidak akan pernah kembali ke klinik tempat dr. Ayu bekerja. "Aku pribadi nggak bakal betah balik ke sana. Walaupun aku suka kliniknya, treatment-nya, bahkan dokter yang menangani aku pun nggak bermasalah, tapi nggak banget mau cantik malah dijulidin sama dokternya," tuturnya.
 
Amanda menutup pernyataannya dengan pesan yang kuat dan relevan dengan isu kesetaraan gender saat ini: "Aku nggak pernah banget yapping di akun utama begini, tapi aku percaya wanita berhak merasa aman dan tidak malu atas pilihan yang mereka ambil, terutama oleh dokter yang justru menyediakan jasa tersebut."