Kronologi Lengkap Pelecehan Seksual Penumpang Bus MTrans oleh Helper, Pelaku Resmi Di-PHK: Pelajaran Berharga untuk Keamanan Transportasi Umum
Ukuran Teks
Detik-detik Mencekam di Dalam Kabin
Karena petugas tidak kunjung datang setelah pesan tersebut, korban akhirnya tertidur lelap dalam posisi tubuh yang tertutup selimut. Beberapa saat kemudian, ia terbangun karena merasa ada yang menepuk tubuhnya. Korban membuka mata dan menyadari bahwa orang yang datang adalah kru yang sebelumnya menghubunginya melalui WhatsApp.
Dengan itikad baik, korban sempat berpindah ke kursi dekat jendela, mengira sang helper hendak memperbaiki posisi sandaran kursi sesuai tawaran sebelumnya. Namun, situasi yang terjadi justru sangat jauh dari ekspektasi dan berubah menjadi momen yang mencekam.
Alih-alih memperbaiki kursi, helper tersebut justru duduk di kursi korban, menggunakan selimut milik korban sebagai bantal, dan mulai menyentuh rambutnya sambil melontarkan komentar mengenai kondisi rambut korban setelah tidur. Merespons sentuhan yang tidak diinginkan ini, korban secara refleks menepis tangan helper tersebut karena sudah merasa sangat tidak nyaman.
Namun, aksi pelaku tidak berhenti di situ. Helper tersebut kemudian menawarkan agar korban bersandar di bahunya dengan kalimat, "Bobo sini," sambil menunjuk bahunya sendiri. Setelah korban menolak dengan tegas, pelaku justru nekat menarik kepala korban ke arah bahunya. Beruntung, korban sigap menghindar dari percobaan kontak fisik yang lebih jauh tersebut.
"Refleks aku langsung nepis tangannya karena sudah merasa tidak nyaman. Habis itu dia bilang, 'bobok sini,' sambil nunjuk bahunya. Aku langsung nolak dan bilang tidak mau. Tapi bukannya berhenti, dia malah menarik kepalaku ke arah bahunya. Aku langsung menghindar," tulis korban dalam utasnya yang kini menjadi bukti digital atas kejadian tersebut.
Korban menambahkan bahwa helper tersebut tetap bertahan di kursi sebelahnya hingga tertidur. Selama periode ini, kaki helper beberapa kali bersentuhan dengan kaki korban, memaksanya untuk terus-menerus mengangkat kakinya guna menghindari kontak fisik yang semakin mengganggu batas personalnya.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
GM Nilai Pemasok Berdasarkan Tingkat Otomatisasi, Robot Gantikan Pekerja
Senin / 13-07-2026, 21:38 WIB
Kapolri Listyo Temui Jaksa Agung Burhanuddin di Kejagung
Senin / 13-07-2026, 21:38 WIB
Mensos Umumkan 28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat 2026/2027
Senin / 13-07-2026, 21:38 WIB
Harga Solar Khusus Nelayan Kapal Besar Ditetapkan Rp15 Ribu per Liter
Senin / 13-07-2026, 21:36 WIB
Polisi Periksa 32 Saksi Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Senin / 13-07-2026, 21:36 WIB
Final Fantasy Resonance Masuk Daftar Game Paling Ditunggu Famitsu, Zelda Ocarina of Time Remake Naik ke 10 Besar
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Galaxy Z Flip 8 Dikabarkan Bisa Gunakan Layar Depan Seperti Smartphone Biasa
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Kebiasaan Tidur Ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke hingga 56%
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Anggrek Hanya Tumbuh Daun dan Akar? Begini Cara Memaksanya Berbunga Lagi
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Moana Live-Action Kuasai Box Office meski di Bawah Target
Senin / 13-07-2026, 21:35 WIB
Jadwal Webtoon dan Manhwa di San Diego Comic-Con 2026
Senin / 13-07-2026, 21:33 WIB
Costco Catat Penjualan Juni US$29,24 Miliar dan Bagikan Dividen
Senin / 13-07-2026, 21:33 WIB
Inggris Rencanakan Ubah Hukum untuk Deportasi Pemimpin Geng Rochdale
Senin / 13-07-2026, 21:33 WIB
SCHD Ungguli VYM dalam Yield Dividen dan Imbal Hasil 10 Tahun
Senin / 13-07-2026, 21:31 WIB







