Di sisi lain, S&P membuka peluang peningkatan peringkat apabila kondisi fiskal dan eksternal Indonesia menunjukkan perbaikan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Hal itu dapat tercapai jika defisit anggaran mampu ditekan mendekati 1% dari PDB secara konsisten, diiringi peningkatan penerimaan negara, biaya pembiayaan yang lebih rendah, serta nilai tukar rupiah yang lebih stabil.

Perbaikan neraca eksternal, termasuk penurunan utang luar negeri bersih dan berkurangnya kebutuhan pembiayaan eksternal, juga menjadi faktor yang dapat mendukung kenaikan peringkat.

Secara keseluruhan, S&P menilai prospek ekonomi Indonesia masih ditopang oleh pertumbuhan yang relatif kuat, kebijakan makroekonomi yang cukup hati-hati, serta tingkat utang pemerintah dan utang luar negeri yang masih lebih rendah dibandingkan banyak negara dengan peringkat serupa.

>>> Chaz Lanier Cetak 25 Poin, Bawa Pistons Kalahkan Cavaliers

Namun, lembaga tersebut juga mencatat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, antara lain pendapatan per kapita yang masih terbatas, basis penerimaan pajak dan ekspor yang belum cukup luas, serta kedalaman sektor keuangan domestik yang masih tertinggal.