Kematian Izo membawa bobot emosional karena menghormati keluarga angkatnya dan tanah airnya.

Ia mati membela masa depan yang diimpikan Oden sambil tetap setia pada nilai-nilai yang ia pelajari di bawah Shirohige.

Mont Blanc Noland dikenang di seluruh One Piece sebagai 'Pembohong' legendaris, tetapi kisahnya mengungkap salah satu tragedi terbesar dalam seri ini.

Sebagai penjelajah dan ahli botani yang terampil, Noland berlayar mencari daratan dan penemuan baru.

Dalam salah satu pelayarannya, ia mencapai Jaya, menyembuhkan penyakit mematikan yang menimpa suku Shandia, dan menemukan simpanan emas legendaris kota itu.

Sebelum pulang, ia berjanji pada teman-teman barunya akan kembali lagi.

Ketika Noland kemudian kembali bersama rajanya, segalanya telah berubah. Knock Up Stream raksasa telah melontarkan sebagian Jaya ke langit, membawa Kota Emas bersamanya.

Karena tidak dapat membuktikan kisahnya yang luar biasa, Noland dituduh mengada-ada.

Kejujurannya tidak berarti apa-apa di hadapan bukti yang hilang, dan ia dieksekusi di depan umum sebagai pembohong meskipun mengatakan kebenaran dari awal hingga akhir.

Kematian Noland menjadi salah satu fondasi emosional Arc Skypiea.

Berabad-abad kemudian, keturunannya dan suku Shandia terus memikul beban kesalahpahaman itu. Eksekusinya mewakili rasa sakit karena dikenang karena kebohongan, bukan karena kebaikan dan keberanian seumur hidup.

Ketika Golden Bell akhirnya berbunyi lagi, itu secara simbolis memenuhi janji yang tidak pernah bisa ditepati Noland.

>>> 18 Film Anime Rating R Terbaik yang Wajib Ditonton Penggemar Dewasa

Sora, ibu Sanji dan saudara-saudara Vinsmoke, mengorbankan segalanya untuk melindungi kemanusiaan anak-anaknya.

Menikah dengan ilmuwan ambisius Judge Vinsmoke, ia menyaksikan suaminya bereksperimen pada anak-anak mereka yang belum lahir untuk menciptakan tentara yang ditingkatkan secara genetik tanpa emosi.