Karakteristik ini membuat kedua negara memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi.

Peluang kolaborasi semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Perjanjian ini diharapkan memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU.

Dalam forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama.

Di antaranya pembangunan kapal penumpang dan feri, kapal logistik, kapal perikanan, kapal patroli, kapal pendukung lepas pantai, pengembangan industri komponen kapal, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim.

Direktur Jenderal KPAII Kemenperin, Tri Supondy, mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang saling melengkapi.

Indonesia menawarkan pasar besar dan kapasitas industri yang berkembang, sementara Rusia unggul dalam teknologi dan pengalaman pengembangan kapal.

Tri berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri, mulai dari alih teknologi, pengembangan SDM, investasi, hingga joint production.

Hal ini diharapkan memperkuat industri perkapalan nasional dan memperluas akses ke pasar ASEAN.

Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat diplomasi industri di sektor maritim melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia.

>>> Pengacara Jamin Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo-Tifa Saat Pembuktian

Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan proyek konkret yang mempercepat transformasi industri perkapalan nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur maritim di kawasan.