Yousuke Yukimatsu, DJ asal Osaka, Jepang, memulai tur Inggris dengan membawa perpaduan musik eksperimental yang unik. Ia menggabungkan techno, Beastie Boys, hingga Taylor Swift dalam penampilannya.

Tur ini menjadi istimewa karena Yukimatsu baru saja mengalahkan kanker otak yang mengancam jiwanya.

>>> Review Lengkap Garmin Forerunner 70: Senjata Baru Pelari Pemula, Layak Beli di Harga Rp4,6 Juta?

Sepuluh tahun lalu, ia mengalami kejang epilepsi dan didiagnosis memiliki tumor otak setelah ditemukan pingsan di rumahnya.

"Jika tidak ada yang menghubungi saya, saya mungkin sudah mati," tulisnya di platform crowdfunding beberapa bulan kemudian.

Penyakit itu memaksanya menjalani dua kali kraniotomi serta kemoterapi dan radiasi intensif.

Bekas operasi meninggalkan luka tebal dari telinga kiri hingga garis rambutnya. Pengalaman hampir mati itu membuatnya sadar bahwa ia harus menjadi DJ profesional sepenuhnya.

"Jika kita bisa terus hidup untuk esok hari, jika saya bisa mendorong orang lain… itulah yang selalu saya coba lakukan," ujarnya.

Ia juga merasa penting untuk bersuara tentang politik meski di Jepang hal itu bisa menuai kritik.

Yukimatsu menyukai suara yang kuat dan melodi emosional. Ia ingin membawa harapan dan cahaya melalui musiknya.

Dari Coachella ke Panggung Inggris

Pada debutnya di Coachella April lalu, ia memadukan Beastie Boys, techno eksperimental, Taylor Swift, dan Aphex Twin dalam 10 menit pertama.

"Coachella luar biasa. Saya hanya punya satu jam, jadi saya harus memasukkan semuanya," katanya.

Ia mendeskripsikan gayanya sebagai anti-purist, memadukan techno dengan berbagai suara lain. Menurutnya, musik yang baik melampaui batas genre.

Yukimatsu tumbuh di sisi timur Osaka. Ayahnya yang berjualan rekaman di garasi memperkenalkannya pada musik sejak dini.