Tetra Pak, bekerja sama dengan produsen makanan laut asal Spanyol Jealsa, meluncurkan kemasan karton pertama di industri untuk tuna tahan simpan.

Kemasan Tetra Recart ini diluncurkan di Swedia bulan lalu dalam format Mini 200 ml melalui jaringan ritel Axfood.

>>> Teror Bom di Hari Pertama MPLS, SDN Srengseng Sawah 15 Jakarta Selatan Digegerkan Ancaman 11 Titik Peledak via WhatsApp

Produk ini akan tersedia bagi produsen makanan dan merek di seluruh dunia.

Peluncuran ini dilakukan pada momen strategis bagi Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Filipina.

Indonesia menyumbang sekitar 19 persen pasokan tuna global, sementara Filipina menjadi pusat pengolahan tuna utama yang melayani pasar ekspor di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Kedua pasar ini menciptakan peluang besar bagi inovasi kemasan yang dapat membantu produsen memodernisasi kategori tuna tahan simpan.

Alternatif Kertas untuk Kaleng Tradisional

Tetra Recart menawarkan alternatif berbasis kertas yang unik dibandingkan kaleng tradisional.

Pasar tuna tahan simpan global diperkirakan tumbuh 12 persen menjadi 12,4 miliar unit pada 2030, didorong oleh permintaan akan protein yang terjangkau, serbaguna, dan tahan lama.

Kemasan ini sudah mendukung berbagai produk tahan simpan, mulai dari olesan, serpihan, hingga tuna potong dan cincang.

Rencananya, akan diperluas ke olahan tuna lainnya seiring perkembangan kategori.

Larry Tobias, Business Development Director Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia, mengatakan Indonesia dan Filipina adalah kontributor penting dalam rantai nilai tuna global.

Peluang berikutnya adalah membantu produsen menangkap lebih banyak nilai dengan membangun penawaran merek yang lebih kuat untuk pasar lokal dan ekspor.

Tatiana Liceti, Executive Vice President Packaging Solutions Tetra Pak, menyebut inovasi ini sebagai terobosan sejati dalam kategori yang tampak sama selama beberapa generasi.