Jagat media sosial kembali digegerkan oleh isu etika profesi yang melibatkan institusi kesehatan ternama. Kali ini, sorotan tajam publik tertuju pada ERHA GROUP, sebuah jaringan klinik kesehatan kulit dan rambut yang telah lama dipercaya masyarakat.
 
Kontroversi ini bermula ketika salah satu tenaga medis yang bernaung di bawah ERHA GROUP kedapatan memberikan komentar tidak etis terkait Amanda Zahra, seorang public figure dan influencer Tanah Air, melalui platform media sosial.
 
Alih-alih memberikan edukasi, unggahan dan komentar sang tenaga medis justru memicu gelombang kemarahan warganet. Merespons keresahan yang meluas dan dugaan pelanggaran kode etik tersebut, manajemen ERHA GROUP akhirnya turun tangan dan merilis pernyataan resmi pada Minggu, 12 Juli 2026.
 

Permintaan Maaf Tulus dan Langkah Tegas Manajemen

Dalam siaran persnya, manajemen ERHA GROUP mengakui bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum tenaga medis tersebut telah mencederai rasa aman, kenyamanan, dan kepercayaan masyarakat. Pihak manajemen tidak tinggal diam dan secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada Amanda Zahra beserta keluarga yang merasa dirugikan.
 
"Manajemen ERHA GROUP mengakui kejadian tersebut telah mencederai rasa aman dan kenyamanan pasien maupun masyarakat yang memercayai layanan kami. Kami menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada Amanda Zahra dan keluarga," bunyi kutipan pernyataan resmi ERHA GROUP.
 
Lebih dari sekadar kata-kata, ERHA GROUP mengambil langkah korektif yang sangat tegas. Manajemen memutuskan untuk membebastugaskan oknum tenaga medis tersebut dari seluruh kegiatan praktik, terhitung sejak Jumat, 10 Juli 2026. Penonaktifan ini berlaku sementara waktu sembari proses evaluasi dan investigasi internal secara menyeluruh terus digulirkan.
 

Etika Medis di Era Digital: Batasan yang Tak Boleh Dilanggar