Bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan akan menjadi bagian dari jaringan BioLife milik Takeda.

Hasil pengembangan tahap pertama akan dievaluasi bersama Kementerian Kesehatan sebelum diperluas menjadi jaringan bank plasma nasional. Seluruh bank plasma akan mengadopsi standar mutu dan regulasi internasional.

Selain memperkuat pasokan plasma nasional, proyek ini diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium.

Takeda juga akan mengkaji peluang pembangunan fasilitas manufaktur PODP berteknologi tinggi di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P.

Roeslani menilai investasi ini memiliki nilai strategis karena menghadirkan modal baru, transfer teknologi, pengembangan SDM, dan penciptaan lapangan kerja.

"Kemitraan ini tidak hanya memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia, tetapi juga mendukung visi kami menjadikan Indonesia sebagai pusat regional inovasi kesehatan," ujarnya.

Selama fasilitas fraksionasi plasma di Indonesia masih dalam tahap pengkajian, plasma yang terkumpul akan diproses melalui jaringan manufaktur global Takeda.

>>> Danamon Perkuat Dukungan Startup Lewat Forum Bisnis Jepang-ASEAN

Prioritas tetap pada pemenuhan kebutuhan Indonesia terhadap PODP sesuai peraturan yang berlaku.