Kementerian membela kehadiran historis China di jalur maritim yang disengketakan.

Beijing mengarahkan kritik tajam terhadap kebijakan pertahanan yang diterapkan Washington dan mitra regionalnya. “Perilaku militerisasi dan koersif,” demikian kecaman Kementerian Luar Negeri China.

Pernyataan itu mengidentifikasi aliansi strategis Barat sebagai hambatan utama bagi harmoni regional.

Otoritas China menuduh negara-negara asing memprovokasi gesekan yang tidak perlu melalui manuver militer.

“Pengerahan militer yang terus-menerus, manuver sembrono, dan hasutan oleh kekuatan eksternal seperti Amerika Serikat merupakan ancaman utama bagi stabilitas kawasan,” demikian pernyataan tersebut.

Setelah pertukaran diplomatik, Beijing memanggil pejabat senior Kedutaan Besar Jepang untuk menyampaikan protes resmi atas pernyataan Tokyo, sambil menegaskan kesiapannya untuk menghadapi provokasi maritim di masa depan.

>>> Sebelum Nonton Spider-Man: Brand New Day, Pahami Dulu Latar Belakang Peter Parker

“China akan mengambil tindakan tegas untuk membela hak dan kepentingannya secara wajar, sah, profesional, dan terkendali sebagai respons terhadap pelanggaran dan provokasi oleh negara-negara terkait,” tambah kementerian.