Ketegangan Tuchel dan Bellingham Warnai Kamp Inggris Jelang Semifinal Piala Dunia
Ketegangan internal muncul di kubu Inggris menjelang laga semifinal Piala Dunia putra melawan Argentina di Atlanta.
Pelatih kepala Thomas Tuchel dan gelandang bintang Jude Bellingham saling melontarkan pernyataan tajam setelah kemenangan perempat final Inggris atas Norwegia di Miami.
>>> Mantan Bos PlayStation: Biaya Tinggi Kurangi Keberagaman Game
Tuchel memberikan analisis kritis terhadap performa tim, menyebut permainan Inggris ceroboh, lambat, dan penuh kesalahan teknis.
Bellingham dengan cepat membalas kritik tersebut dalam wawancara pasca-pertandingan. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap masukan sang pelatih.
"Ya, terserah… sulit di lapangan," ujar Bellingham dalam sebuah wawancara. Gelandang berusia 23 tahun itu membela performa tim dengan menyoroti kondisi pertandingan yang berat di Miami.
"Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Erling Haaland, Martin Ødegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sørloth," kata Bellingham.
Pertukaran pernyataan ini memicu kekhawatiran tentang stabilitas hubungan antara pelatih elite dan pemain kuncinya.
>>> Kebijakan Hilirisasi Industri 2026: Dampak ke Ekspor dan Investasi Nasional
Sebelumnya, pada musim gugur lalu, Tuchel sempat mengeluarkan Bellingham dari skuad demi prioritas dinamika tim.
Bellingham kemudian beradaptasi dengan tuntutan tersebut. Ia mencetak dua gol dalam dua laga knockout beruntun dan menjadi motor utama Inggris di turnamen ini.
Komentar blak-blakan Tuchel di media mencerminkan gaya kepemimpinannya yang konfrontatif, bertujuan mendorong standar tinggi demi meraih gelar Piala Dunia kedua bagi Inggris.
Pendekatan ini kontras dengan gaya mantan pelatih Gareth Southgate yang lebih lembut dan merangkul.
Perbedaan pendapat di depan publik terjadi tepat setelah peluit akhir, saat pemain berada dalam kondisi kelelahan fisik dan mental akibat kelembaban yang menyengat.
>>> AS Perintahkan Anthropic Batasi Akses Model AI untuk WNA, Picu Fragmentasi Global
Sumber internal di kamp Inggris meyakini situasi ini akan mereda sebelum hari Rabu, asalkan kedua pihak bisa melupakan perselisihan demi menjaga kekompakan tim.
Update Terbaru
Kemenangan Kedua Kiandra Ramadhipa di Sachsenring
Senin / 13-07-2026, 04:13 WIB
15 Produk Inovasi Dosen Unhas Kantongi Izin Edar BPOM
Senin / 13-07-2026, 04:13 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 13 – 19 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 14 – 19 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 04:00 WIB
Pemimpin Eropa Kecam Mariano Rajoy atas Komentar Rasis soal Timnas Prancis
Senin / 13-07-2026, 03:49 WIB
Dubes Israel Tuding Anggota Kongres AS Ro Khanna Lakukan Aksi Politik
Senin / 13-07-2026, 03:49 WIB
Kate Ungkap Ambisi Pangeran Louis Jadi Ball Boy Wimbledon
Senin / 13-07-2026, 03:45 WIB
Worcester Biayai Sewa Lapangan Tenis dan Pickleball Gratis Musim Panas
Senin / 13-07-2026, 03:45 WIB
Pangeran William Menangkan Pertandingan Polo Amal di Windsor, Kumpulkan Jutaan Dolar
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB
Curtis Mead Diistirahatkan Nationals Saat Lawan Yankees
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB
Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon, Raup Rp 72 Miliar
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB
Roblox Ubah Aturan Item Avatar 2D dan 3D per 14 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB
SK Hynix Melejit 13% di Debut Nasdaq, Chip HBM Jadi Kunci AI Global
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB
Israel Siap Kembali Bergabung dalam Operasi Militer Melawan Iran Jika AS Meminta
Senin / 13-07-2026, 03:27 WIB







