>>> PKH Tahap 3 Juli 2026 Mulai Disalurkan, Ini Jadwal dan Nominal Bantuan

Bahkan, Tan disebut meminta kandidat yang masih bekerja di Apple untuk membawa komponen asli Apple saat proses wawancara kerja sebagai bagian dari sesi show and tell.

Selain itu, mantan karyawan Apple lainnya, Chang Liu, juga disebut dalam dokumen gugatan.

Apple menuduh Liu membawa laptop perusahaan setelah keluar dari Apple, kemudian memanfaatkan celah autentikasi untuk kembali masuk ke jaringan internal dan mendownload puluhan dokumen rahasia yang berkaitan dengan pengembangan perangkat keras.

Dari Mitra Menjadi Lawan

Kasus ini semakin menarik karena sebelumnya kedua perusahaan memiliki hubungan yang cukup dekat.

Pada tahun 2024, Apple mengumumkan kerja sama resmi dengan OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam iPhone, iPad, dan Mac melalui Apple Intelligence.

Namun hubungan keduanya mulai berubah setelah Apple memperkenalkan pembaruan Siri terbaru yang justru memanfaatkan model AI Gemini milik Google, bukan ChatGPT. Kini, kerja sama tersebut harus dibayangi sengketa hukum yang bisa berlangsung cukup panjang.

Hingga saat ini, seluruh tuduhan masih merupakan klaim dari pihak Apple dan belum diputuskan oleh pengadilan.

Jika tuduhan Apple terbukti benar, dampaknya tidak hanya berupa ganti rugi finansial, tetapi juga bisa memengaruhi reputasi OpenAI sebagai salah satu perusahaan AI terbesar di dunia.

Sebaliknya, apabila OpenAI berhasil membuktikan bahwa seluruh tuduhan tersebut tidak berdasar, gugatan ini justru dapat menjadi preseden penting mengenai batas antara perekrutan talenta dari perusahaan pesaing dengan dugaan penyalahgunaan informasi rahasia.

>>> Hasilkan Omset Miliaran, Program UMiMAX Pertamina Sukses Angkat Ekonomi Pekerja Informal hingga Difabel

Sengketa ini menjadi bukti bahwa persaingan di era AI kini tidak lagi hanya soal siapa yang memiliki model AI paling pintar, tetapi juga soal perebutan talenta, inovasi perangkat keras, hingga perlindungan kekayaan intelektual.