Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, mencatatkan kinerja produksi yang positif pada semester pertama 2026. Hingga Juni 2026, realisasi produksi pupuk mencapai 2.716.141 ton.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang sebesar 2.431.506 ton.

>>> Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar Industri B50 untuk Ketahanan Energi

Capaian ini mengukuhkan kinerja operasional perusahaan di tengah target produksi tahun 2026 yang ditetapkan 106% dari target tahun sebelumnya.

Sebelumnya, pada tahun 2025, produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4.683.477 ton.

Jumlah itu meningkat sekitar 105 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 4.474.914 ton.

Langkah Strategis Perusahaan

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan bahwa kinerja positif perusahaan tidak lepas dari kemampuan beradaptasi. Menurutnya, hal itu menjadi bekal penting untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Daconi menyebutkan berbagai langkah strategis yang dilakukan, seperti memperkuat fleksibilitas fasilitas produksi dan meningkatkan keandalan infrastruktur bahan baku.

Perusahaan juga memastikan ketersediaan energi jangka panjang serta mempercepat transformasi menuju industri berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret adalah memodifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos.

Teknologi ini memungkinkan satu fasilitas memproduksi NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat.

>>> Lava Masuk Pasar Inggris dengan Sindiran ke Samsung

Untuk memperkuat pasokan bahan baku, Petrokimia Gresik membangun dua tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton.

Setelah proyek selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan meningkat menjadi 100.000 ton.

Di sektor logistik, perusahaan tengah membangun Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 DWT. Kapasitas bongkar muat dermaga tersebut mencapai 4 juta ton per tahun.

Keandalan operasional juga diperkuat melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang.

Kerja sama ini berpotensi menambah pasokan gas sekitar 30–35 MMSCFD hingga tahun 2035.

Pada tahun 2025, Petrokimia Gresik ditunjuk sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) oleh Kementerian Perindustrian.

Inisiatif ini menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025–2030.

>>> Anak Meghan Markle Pertama Kali Bertemu Raja Charles Setelah 4 Tahun

Daconi menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan. Seluruh transformasi ditujukan untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat kontribusi bagi sektor pertanian, industri, masyarakat, dan bangsa.