Produsen ponsel asal India, Lava, mulai melakukan promosi sebelum masuk ke pasar Inggris. Perusahaan ini membuat akun media sosial khusus untuk pengguna di Inggris.

Menariknya, tim pemasaran Lava menyindir Samsung untuk membangun antisipasi.

>>> Anak Meghan Markle Pertama Kali Bertemu Raja Charles Setelah 4 Tahun

Bio akun tersebut bertuliskan "Escape the SAMe cycle," dengan kata "SAM" merujuk pada Samsung yang menguasai pangsa pasar besar di Inggris.

Hingga kini, Lava telah mengunggah dua kiriman. Kiriman pertama menampilkan layar berantakan ikon aplikasi Samsung dengan keterangan bahwa kekacauan itu "jelas bukan" milik Anda.

Kiriman kedua memperlihatkan ponsel dengan tiga kamera belakang dan tulisan "Buying new shouldn’t feel so… SAMe."

Ekspansi Global Lava

Lava memilih Inggris sebagai pasar besar pertamanya untuk menjadi merek global India. Manajer Direktur Lava, Sunil Raina, sebelumnya mengonfirmasi rencana masuk pasar Inggris pada 2026.

Perusahaan ini pernah menjual ponsel di Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, namun menarik diri untuk fokus di India.

>>> Liu Debing, Bos AI China Pesaing OpenAI yang Berharta Rp470 T

Saat ini, Lava mengekspor ke Nepal dan Bangladesh dengan pangsa pasar yang cukup signifikan.

Untuk Inggris, Lava diperkirakan akan mempertahankan strategi harga yang sama seperti di India, yaitu menjual ponsel di kisaran £300.

Raina mengatakan perusahaan tidak perlu mengejar segmen premium karena pertumbuhan di India justru berasal dari perangkat kelas menengah.

Lava belum mengumumkan ponsel mana yang akan diluncurkan pertama kali di Inggris. Baru-baru ini, perusahaan meluncurkan Agni 4 di India dengan chipset Dimensity dan asisten AI buatan sendiri.

>>> Kapten Swiss Sebut Wasit Jadi Biang Keladi Kekalahan Lawan Argentina

Selain itu, Yuva Star 3 yang terjangkau juga menunjukkan pendekatan nilai yang sama.