Polisi berhasil mengamankan lokasi sekitar satu jam setelah penembakan dimulai, namun terus mengimbau masyarakat menjauh dari area pusat kota tersebut.

Festival multitari untuk merayakan budaya Latin ini telah diadakan setiap tahun di lokasi yang sama selama 22 tahun.

Wali Kota Toronto Olivia Chow mengecam penembakan sebagai "tindakan kekerasan yang ceroboh dan keji" dan berjanji pihak berwenang akan bekerja tanpa lelah untuk mengidentifikasi tersangka.

"Saya akan memastikan Polisi Toronto memiliki setiap sumber daya yang mereka butuhkan untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab," kata Chow dalam pernyataan di X.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan ia "ngeri" atas penembakan mematikan itu. "Doa saya menyertai keluarga yang berduka dan semua yang terdampak," tulis Carney.

Meskipun kekerasan senjata yang mematikan lebih jarang terjadi di Kanada dibanding AS, hal ini tetap merusak komunitas.

Kurang dari tiga minggu lalu, penembakan massal di Montreal menewaskan dua orang.

Kanada memiliki undang-undang senjata yang jauh lebih ketat dibanding AS.

>>> Even the Student Council Has Its Holes! Rilis Trailer Karakter Hisako Kotobuki Jelang Tayang Oktober

Setelah penembakan paling mematikan di Nova Scotia pada 2020 yang menewaskan 22 orang, pemerintah memberlakukan reformasi dan larangan senjata serbu.