Jalan Buntu di Waktu Normal dan Ketegangan Extra Time

Unggul jumlah pemain membuat Argentina semakin leluasa menguasai bola. Namun, Swiss yang dipimpin oleh Granit Xhaka menggelar pertahanan low block yang sangat disiplin dan rapat. Dinding pertahanan La Nati ini membuat Messi, De Paul, dan Enzo Fernandez berulang kali mati langkah. Hingga 90 menit waktu normal habis, skor 1-1 tak berubah. Laga pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
 
Di 15 menit pertama extra time, kedua tim terlihat jelas kelelahan. Ritme permainan melambat, dan lebih banyak terjadi perebutan bola di lini tengah. Namun, ketegangan mulai memuncak di babak kedua extra time.
 

Pesta Gol di Penghujung Laga: Alvarez dan Lautaro Jadi Pahlawan

Kebuntuan Argentina akhirnya pecah di menit ke-112. Berawal dari bola muntah di luar kotak penalti, Julian Alvarez yang mendapat ruang tembak seketika melepaskan sepakan volley melengkung yang luar biasa indah. Bola melesat tak terbendung ke sudut gawang Kobel. Gol worldie dari Alvarez ini membawa Argentina unggul 2-1 dan membakar semangat seluruh pendukung La Albiceleste.
 
Swiss yang sudah bermain dengan 10 orang dan kelelahan, akhirnya kehabisan napas di menit-menit akhir tambahan waktu. Memanfaatkan kelengahan pertahanan Swiss yang mencoba all-out attack, Argentina melancarkan serangan balik kilat. Lautaro Martinez yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyelesaikan serangan tersebut dengan dingin, mengunci kemenangan 3-1 bagi Argentina.
 
Peluit panjang tanda berakhirnya laga langsung disambut dengan euforia luar biasa dari para pemain Argentina. Mereka berhasil melewati ujian mental yang berat dan melangkah ke babak semifinal.