Membandingkan pengalamannya dengan realitas televisi kontemporer, Hicks mengatakan bahwa kontestan masa kini menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat karena menjamurnya program pencarian bakat.

"Untungnya bagi saya, 'American Idol' adalah satu-satunya pertunjukan di kota," kata Hicks. Ia menjelaskan bagaimana lanskap berubah drastis setelah kesuksesan besar serialnya.

"Acara pencarian bakat terakhir sebelum itu adalah 'Star Search'. Dan setelah 'Idol' sukses besar, muncullah 'America's Got Talent', 'So You Think You Can Dance'.

Semua entitas ini bermunculan dan sekarang Anda benar-benar harus bersaing. Jadi saya pikir lebih sulit bagi kontestan di acara seperti itu karena perhatian penonton terbagi," jelas Hicks.

Penyanyi itu menyarankan para pendatang baru untuk menikmati momen sukses sepenuhnya sambil tetap siap menghadapi perubahan karier yang tak terhindarkan.

"Hal pertama yang akan saya katakan pada diri sendiri saat memenangkan 'American Idol' adalah nikmati gelombang sebanyak mungkin karena di bisnis ini, cepat atau lambat akan jatuh, dan Anda harus menangkap gelombang lain," kata Hicks.

Selain karier musik, Hicks berpartisipasi dalam perayaan 250 tahun Amerika Serikat dengan membawakan lagu "Nineteen", yang menghormati para pemuda Amerika yang mendaftar setelah serangan teroris 11 September.

"Saya pikir kita telah berkembang jauh sebagai negara.

Dari awal, dari para Pendiri Bangsa hingga saat ini, ini adalah waktu yang luar biasa dalam sejarah bagi negara kita dan kita semua harus bangga bahwa kita telah mencapai 250 tahun, dan ini untuk 250 tahun ke depan," kata Hicks.

>>> Final Bersejarah Wimbledon: Muchova vs Noskova di All-Czech Women's Singles

Saat ini, Hicks melanjutkan tur musim panasnya, dengan penampilan di Flora-Bama Lounge pada 11 Juli 2026, sebelum menjadi pembawa acara Connecticut Country Music Festival di North Haven pada 1 Agustus 2026.