"Mengurangi biaya produksi tentu merupakan salah satu keuntungan, tetapi signifikansi yang lebih besar terletak pada pembuktian bahwa hal itu bisa dilakukan," ujarnya.

Produksi AI ditangani oleh Morpheus Studio di bawah pengawasan wakil presiden Ryu Jae-hwan, seorang supervisor VFX yang karyanya meliputi film "1947 Boston," "Swing Kids," dan "Flu."

Ryu menekankan bahwa mereka tidak sekadar mengganti beberapa detik efek visual dengan AI, melainkan menyelesaikan seluruh rangkaian cerita yang penting bagi narasi.

Morpheus Studio juga menegaskan bahwa rangkaian tersebut diselesaikan sepenuhnya menggunakan AICRON, platform AI yang dikembangkan dalam negeri.

"Sangat berarti bahwa seluruh rangkaian diproduksi hanya dengan teknologi buatan Korea," kata studio tersebut.

>>> Trailer Baru Chitose Is in the Ramune Bottle Second Cour Dirilis

Berdasarkan pengalaman ini, mereka berencana terus mengembangkan AICRON menjadi platform AI yang dapat digunakan secara luas dalam produksi konten komersial.