Sementara itu, kestabilan oksidasi meningkat menjadi minimal 900 menit, lebih tinggi dibandingkan ketentuan minimal 720 menit pada B40.

Tips Perawatan Kendaraan dengan B50

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan mayoritas kendaraan diesel di Indonesia pada dasarnya telah beradaptasi dengan penggunaan biodiesel melalui penerapan B30 hingga B40.

Menurut dia, transisi menuju B50 tidak lagi menimbulkan efek pembersihan endapan yang signifikan seperti saat awal penerapan biodiesel.

>>> Jadwal Siaran Langsung Sprint Race MotoGP Jerman 2026

"Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40, intinya tetap memerlukan kedisiplinan.

Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal," kata Yannes, dikutip dari Antara.

Meski demikian, filter bahan bakar tetap menjadi komponen yang perlu mendapat perhatian karena menjadi bagian paling sensitif dalam sistem penyaluran bahan bakar.

Yannes menyarankan pemilik kendaraan mengikuti jadwal penggantian filter sesuai rekomendasi pabrikan. Untuk kendaraan yang sudah berusia tua, penggantian filter dapat dilakukan sedikit lebih sering sebagai langkah antisipasi.

"Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya," ujarnya.

Selain filter bahan bakar, pengguna mobil diesel juga diminta memeriksa kondisi komponen berbahan karet seperti seal, O-ring, dan selang bahan bakar.

Menurut Yannes, karakteristik biodiesel B50 yang sedikit lebih agresif berpotensi mempercepat degradasi komponen tersebut dalam jangka panjang.

"Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala," katanya.