Rachmat juga meninggalkan saudara-saudara kandungnya yang sangat ia cintai, yakni Emma Gobel, Abdulah Gobel, Seminarti Gobel, Clara Gobel, Indrawati Gobel, dan Olga Gobel. Sebagai bagian dari keluarga besar Gobel yang sangat erat, ikatan emosional antar anggota keluarga menjadi kekuatan besar dalam kehidupan pribadinya.

Prosesi Pemakaman: Dari Jakarta ke Gorontalo

Terkait dengan prosesi penghormatan terakhir, pihak keluarga dan partai telah mengatur rangkaian acara pemakaman dengan penuh khidmat. Jenazah almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang berlokasi di Jl. Supomo No 55A, Jakarta Selatan.

Bagi masyarakat, rekanan, dan kerabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir, pintu rumah duka terbuka untuk umum. Namun, perjalanan panjang almarhum tidak berakhir di ibu kota.

"Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di Gorontalo. Kami mohon doa dan dimaafkan segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya," imbuh Willy.

Pemilihan Gorontalo sebagai tempat peristirahatan terakhir tentu memiliki makna yang sangat dalam. Gorontalo bukan sekadar tempat pemakaman, melainkan tanah leluhur dan basis emosional di mana akar keluarga Gobel bermula dan memberikan kontribusi besar bagi daerah tersebut.

Mengenal Rachmat Gobel: Dari Gobel Group hingga Senayan

Dr. H. Rachmat Gobel lahir di Jakarta pada 3 September 1962. Ia tumbuh dan besar di lingkungan keluarga pengusaha yang visioner. Sebagai generasi kedua dari keluarga Gobel, Rachmat memikul dan melanjutkan warisan besar ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, yang mendirikan Gobel Group.

Di bawah kepemimpinan Rachmat, Gobel Group terus berekspansi dan menjadi salah satu raksasa industri di Indonesia, khususnya dalam sektor elektronik, manufaktur, dan agrikultur. Dedikasinya dalam memajukan industri dalam negeri membuatnya tidak hanya dihormati sebagai seorang konglomerat, tetapi juga sebagai patriot ekonomi.