Babak Kedua: Kebuntuan Pecah dan Pesta Gol Enam Menit

Memasuki babak kedua, Maroko di bawah asuhan Mohamed Ouahbi mencoba keluar dari cangkangnya. Azzedine Ounahi dan Brahim Diaz mulai berani membawa bola ke depan, namun solidnya tembok pertahanan Prancis yang dikomandoi William Saliba membuat berbagai peluang Atlas Lions kandas di muka kotak penalti.
 
Perlawanan Maroko akhirnya patah pada menit ke-60. Berawal dari kesalahan kecil dalam transisi pertahanan Maroko, Mbappe yang sebelumnya gagal dari titik putih, menebus kesalahannya dengan sempurna. Menerima umpan silang yang sedikit memantul, Mbappe melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dijangkau oleh jangkauan tangan Bounou. Skor berubah menjadi 1-0, dan beban psikologis di pundak sang kapten seolah terangkat.
 
Hanya berselang enam menit, Prancis kembali memberikan pukulan telak. Kali ini giliran Ousmane Dembele yang beraksi. Memanfaatkan umpan matang dan visi bermain luar biasa dari Mbappe, Dembele melakukan cut-inside dan melepaskan tembakan akurat yang bersarang di pojok gawang. Skor 2-0 practically mengunci kemenangan Prancis.
 

Catatan Sejarah: Rekor Mbappe, Deschamps, dan Elite Bounou

Di balik kemenangan ini, tersimpan sejumlah catatan sejarah monumental yang tercipta di atas rumput Stadion Boston.
 
Melansir dari Squawka, Kylian Mbappe resmi mencatatkan namanya sebagai pemain termuda dalam sejarah yang mencapai 20 penampilan di ajang Piala Dunia. Di usianya yang baru 27 tahun 201 hari, konsistensi dan dampak Mbappe bagi Les Bleus sungguh tak tertandingi.
 
Sementara itu, di pinggir lapangan, sang arsitek Didier Deschamps menyamai rekor legendaris Helmut Schon. Dengan laga ini, Deschamps telah menukimi Prancis dalam 25 pertandingan Piala Dunia, menyamai rekor pelatih dengan jumlah laga terbanyak di turnamen akbar tersebut.
 
Bagi Maroko, meski kalah, Yassine Bounou pulang dengan kepala tegak. Berdasarkan data dari Opta, Bounou kini resmi masuk ke dalam daftar elite penjaga gawang yang paling sering menggagalkan penalti di Piala Dunia, dengan total empat penyelamatan (termasuk babak adu penalti). Performanya pada babak pertama nyaris membawa Maroko ke babak adu penalti.