Pada saat yang sama, setiap pelanggaran hukum yang menyebabkan kebakaran akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

>>> Mantan Direktur Destiny 2 Puas Setelah Menyelesaikan Gugatan Rp3,2 Triliun terhadap Sony dan Bungie

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, mengatakan operasi pemadaman saat ini difokuskan untuk menekan laju penyebaran api dengan menyesuaikan strategi terhadap karakteristik medan di Tambora.

"Karakteristik savana di Tambora membuat api dapat menjalar dengan cepat, terutama saat kondisi angin menguat dan sumber air terbatas.

Karena itu, strategi pemadaman terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan agar penyebaran api dapat dikendalikan secara efektif," ujarnya.

Seluruh unsur yang terlibat terus bekerja secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus melindungi kawasan yang masih dapat diselamatkan.

"Operasi pemadaman masih terus berlangsung," katanya.

Kemenhut mengajak pemerintah daerah, aparat kewilayahan, pengelola kawasan, pelaku wisata, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Taman Nasional Tambora merupakan kawasan pelestarian alam seluas 71.645,64 hektare yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia.

Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa liar, di antaranya Kakatua Kecil Jambul Kuning, Nuri Kepala Merah, Kirik-kirik Australia, dan Rusa Timor.

>>> Your Name Kembali ke Bioskop dalam Versi 4K untuk Rayakan 10 Tahun

Selain menjadi benteng penting keanekaragaman hayati, Tambora juga merupakan destinasi wisata alam yang memberi manfaat bagi masyarakat melalui jasa lingkungan dan aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.