Apakah Film Pemikat Jiwa (2026) Bakal Lanjut Musim Kedua? Begini Penjelasan Endingnya

Bagi Anda pencinta adrenalin dan film horor lokal, bersiaplah untuk menahan napas. Industri perfilman tanah air kembali menghadirkan sajian mencekam yang siap meneror pikiran dan perasaan penonton. Mulai hari ini, Kamis (9/7/2026), film horor terbaru bertajuk Pemikat Jiwa resmi tayang secara serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia.
 
Diproduksi oleh rumah produksi yang kini tengah naik daun, Makara Production, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang tidak hanya mengandalkan jump scare murahan, melainkan horror psikologis yang mendalam. Disutradarai oleh tangan dingin Dom Dharmo, film berdurasi 82 menit ini mengajak penonton menyelami sisi tergelap dari obsesi cinta dan konsekuensi fatal dari praktik klenik.
 

Mengangkat Urban Legend yang Lekat di Masyarakat

Indonesia memang tidak pernah kehabisan bahan untuk dieksplorasi ke dalam karya horor. Salah satu yang paling populer dan sering menjadi buah bibir adalah ilmu hitam pemikat lawan jenis atau yang biasa dikenal dengan istilah "pelet".
 
Namun, Pemikat Jiwa tidak sekadar mendaur ulang klise tersebut. Dom Dharmo menghadirkan sudut pandang yang jauh lebih kelam, brutal, dan realistis mengenai apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang bermain-main dengan forces gaib yang tidak mereka pahami. Film ini menjadi peringatan keras bahwa cinta yang dipaksakan dengan cara terlarang, hanya akan berujung pada petaka.
 

Sinopsis Pemikat Jiwa: Obsesi yang Berujung Petaka

Alur cerita Pemikat Jiwa berpusat pada kehidupan Jay (diperankan dengan apik oleh Fajar Nugra), seorang pemuda sederhana yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual ayam di pasar tradisional. Di tengah hiruk-pikuk pasar yang kotor dan berbau amis, Jay menyimpan sebuah rahasia gelap: obsesi dan cinta buta yang menggebu-gebu kepada Wulan (Givina Lukita).
 
Wulan adalah gadis cantik yang menjadi pujaan hati Jay. Sayangnya, cinta Jay bertepuk sebelah tangan. Wulan telah menjalin kasih dan bahkan resmi bertunangan dengan Damar (Erdin Werdrayana), seorang pria yang secara status sosial dan materi jauh lebih unggul darinya.
 
Merasa kalah segalanya dan ditolak oleh realita, akal sehat Jay perlahan tergerus. Rasa iri dan putus asa mendorongnya mengambil jalan pintas yang sangat terlarang. Jay nekat mencari bantuan dukun dan mempraktikkan sebuah ritual ilmu hitam kuno yang konon sangat kuat: Ajian Pemikat Jiwa.