Kunjungan Perdana Raja Charles ke Isle of Man, Akan Berpidato di Parlemen
"Dan jika Anda bisa mencampurnya, itu baik bagi masyarakat," ujarnya.
Pembawa acara kemudian bertanya kepada Ashenden bagaimana mendiang Ratu Elizabeth II, yang wafat pada September 2022 di usia 96 tahun, akan memandang pemerintahan penerusnya saat ini.
"Tidak ada bukti dalam sejarah tentang ini sama sekali," kata Ashenden.
Mantan pejabat itu menegaskan bahwa mendiang Ratu akan memandang arah ideologi monarki saat ini dengan keprihatinan mendalam. "Saya pikir dia akan tahu itu adalah bencana," ujar Ashenden.
Tamu itu membandingkan keadaan saat ini dengan memuji standar pribadi yang tak tergoyahkan yang dipertahankan oleh mendiang Ratu selama masa jabatannya yang panjang.
"Dia adalah wanita yang sangat cerdas, waspada, penuh integritas," kata Ashenden.
Pembicara mencatat bahwa kasih sayang publik terhadap mendiang ratu berakar kuat pada kejujuran dan gaya kepemimpinan yang dapat diandalkan.
"Saya pikir salah satu alasan kami mencintainya adalah karena kami merasa berhadapan dengan wanita yang berintegritas," ujarnya.
Komentator menyatakan bahwa kepemimpinan yang dapat diandalkan dari tokoh-tokoh berprinsip memberikan stabilitas global dan contoh yang tepat untuk perilaku kerajaan.
"Ketika dunia dijalankan oleh orang-orang dengan integritas, dunia aman," kata Ashenden.
Pembicara mengulangi bahwa mantan Ratu mencontohkan standar yang tepat yang diperlukan untuk mengelola mahkota Inggris dengan sukses.
"Kami mencintainya karena dia adalah model bagaimana hal ini harus dilakukan," ujarnya.
Komentator berusia 72 tahun itu menyimpulkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa raja saat ini gagal memenuhi harapan tradisional.
"Sayangnya Charles hanya kurang dari apa yang diharapkan dari seorang Raja," kata Ashenden.
Perdebatan yang sedang berlangsung mengenai gelar kerajaan sudah berlangsung puluhan tahun, seperti disorot oleh Patheos, yang mencatat bahwa Raja Charles menyuarakan interpretasi pribadinya tentang gelar tersebut sejak tahun 1994 saat masih menjadi Pangeran Wales.
>>> BPOM Dukung Pengembangan Vaksin mRNA DBD Pertama di Dunia
"Secara pribadi saya lebih suka melihatnya sebagai pembela iman, bukan iman, karena itu berarti hanya satu interpretasi tertentu dari iman," kata Raja Charles III, saat itu Pangeran Wales.
Update Terbaru
Wabah Parasit Penyebab Diare Eksplosif Meluas di AS, Peneliti Buru Sumbernya
Rabu / 08-07-2026, 23:22 WIB
Zhao Liying Dikabarkan Hamil Anak Kedua, Agensi Bantah
Rabu / 08-07-2026, 23:22 WIB
KARD Umumkan Rencana Bubar, Tutup Perjalanan dengan Tur dan Album Terakhir
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Palworld Tak Naikkan Harga Setelah Update 1.0, Ucapan Terima Kasih ke Pemain
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Action Figure Michael Myers Menyeramkan untuk Edisi Kolektor Halloween: The Game
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Ismael Saibari Berjuang Pulih Tepat Waktu untuk Perempat Final Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
Kekalahan Epik Harry di Pengadilan Melawan Daily Mail
Rabu / 08-07-2026, 23:21 WIB
IndoBuildTech Expo Part 1 2026 Resmi Dibuka, Tampilkan Inovasi dari 11 Negara
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Menteri Ekraf: Rindekraf Bukti Nyata Dukungan Presiden Prabowo
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Timnas Inggris Krisis Bek Kanan Jelang Hadapi Norwegia
Rabu / 08-07-2026, 23:18 WIB
Backlash Sony Tinggalkan Disc PlayStation, Gamer Protes Keras
Rabu / 08-07-2026, 23:15 WIB
FTISLAND Buktikan Warisan 19 Tahun Rock di Konser Singapura
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
BMW X5 Baru Wajibkan Pembeli Awal Bayar Rp17 Juta untuk Hiasan Batu Slate
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak Jadi PSK di Bekasi dan Jakbar
Rabu / 08-07-2026, 23:14 WIB







