Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka, memberikan pujian tinggi kepada rekan-rekan setimnya yang ia sebut sebagai generasi paling spesial dalam sejarah sepak bola Swiss.

Pernyataan itu disampaikan setelah Swiss memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026.

>>> Olivia Wilde Sutradarai Komedi Pernikahan The Invite, Rilis Luas Juli 2026

Swiss mengalahkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit di babak 16 besar.

Kemenangan itu mengakhiri penantian panjang selama 72 tahun bagi Swiss untuk kembali menembus perempat final Piala Dunia.

Sinergi Pemain Senior dan Muda

Menurut Xhaka, kekuatan utama Swiss terletak pada perpaduan harmonis antara pemain senior dan talenta muda.

"Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, terus didorong oleh pemain-pemain yang lebih muda, dan pada saat yang sama, kami harus memberikan contoh nyata setiap hari serta di setiap pertandingan," ujar Xhaka.

Ia menilai pengalaman para pemain senior menjadi fondasi penting bagi stabilitas tim saat menghadapi tekanan di turnamen sebesar Piala Dunia.

>>> Dallas Mavericks Dapatkan Marcus Sasser dalam Enam Tim Bertukar Pemain

Xhaka berharap regenerasi pemain berbakat di masa depan tidak memerlukan waktu selama yang dialami generasi sekarang.

Siap Hadapi Argentina

Di perempat final, Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion Arrowhead, Kansas, pada Minggu, 12 Juli 2026.

Xhaka menegaskan bahwa dirinya bersama pemain senior akan terus membimbing generasi muda agar mampu bersaing di level tertinggi.

Ia yakin skuad asuhan Murat Yakin memiliki kemampuan untuk menghadapi tim mana pun.

>>> Zeka Siap Debut di MSI 2026: Main di Korea Lebih Nyaman

"Mulai dari staf pelatih hingga pemain terakhir, kita semua bisa bangga atas pencapaian kita," tutup Xhaka.