Dua tahun setelah meluncurkan label eponimnya, Tamara Ralph membuktikan bahwa identitas kreatif seorang couturier tidak selalu melekat pada nama perusahaan.

Koleksi Haute Couture Fall/Winter 2026/2027 yang dipresentasikan di Orbe New York, Palais de Tokyo, Paris, menjadi deklarasi bahwa ia akhirnya menemukan pijakannya sendiri.

>>> Bocah 9 Tahun di Bekasi Terkena Peluru Nyasar, Polisi Turun Tangan

"Setiap kembali ke Paris selalu terasa sangat istimewa," ujar Tamara Ralph kepada CNNIndonesia. com saat sesi preview.

"Couture dibangun di atas warisan, seni, dan pencarian tanpa henti akan keindahan.

Dapat berkontribusi pada tradisi itu melalui maison saya sendiri adalah sesuatu yang tidak pernah saya anggap remeh," katanya.

Ia menambahkan, "Koleksi ini terasa sangat penting karena mencerminkan bukan hanya babak kreatif baru bagi rumah mode ini, tetapi juga kepercayaan diri yang lahir dari proses terus berkembang sebagai seorang desainer."

Identitas yang Langsung Terbaca

Gaun-gaun kolom panjang, pinggang berkorset, kristal yang disusun menyerupai perhiasan, hingga permainan siluet dramatis yang tetap mempertahankan kelembutan feminin, langsung mengingatkan pada estetika yang dahulu menjadikan Ralph & Russo sebagai favorit keluarga kerajaan.

Perbedaannya kini terletak pada rasa percaya diri. Alih-alih mengejar spektakel berlebihan, koleksi ini terasa lebih matang dan terkendali.

Palet warnanya bergerak lembut dari champagne gold, sunrise bronze, moonlit ivory, hingga midnight noir. Kristal-kristal yang tersebar di atas crystal mesh menyerupai embun pagi yang memantulkan sinar matahari.

Yang paling menarik justru cara koleksi ini memainkan berbagai kontradiksi. Beludru pekat dipertemukan dengan tulle transparan, satin yang jatuh mengalir berdampingan dengan renda berukir rumit.

Pengaruh Asia Selatan juga terasa kuat, meski tidak pernah berubah menjadi kostum. Proporsi yang memanjang, kemewahan yang lebih terkontrol, serta mahkota berhias permata mengingatkan pada keagungan Kerajaan Mughal.