Film ini juga menyampaikan pesan positif tanpa mengurangi realitas kehilangan.

Perjalanan Hinako menunjukkan bahwa melangkah maju tidak berarti melupakan seseorang, melainkan membawa pengaruh mereka ke masa depan sambil menemukan kekuatan untuk terus hidup.

10. Maquia: When the Promised Flower Blooms (2018)

Maquia: When the Promised Flower Blooms adalah salah satu film anime paling menghancurkan secara emosional.

Ditulis dan disutradarai Mari Okada, film ini mengeksplorasi ibu, keluarga, dan kenyataan pahit melihat orang tercinta menua sementara Anda tetap tak berubah.

Maquia termasuk ras Iorph yang damai dengan umur sangat panjang. Setelah tanah airnya hancur, ia menemukan bayi manusia yatim piatu dan memutuskan membesarkannya sebagai anak sendiri.

Apa yang dimulai sebagai tindakan kasih sayang menjadi kisah tentang cinta tanpa syarat dan pengorbanan orang tua.

Saat Ariel tumbuh dari bayi hingga dewasa, Maquia tetap muda secara fisik karena sifat abadinya.

Premis unik ini menciptakan ketegangan emosional konstan karena ibu dan anak tahu waktu bersama terbatas. Setiap pencapaian, perayaan, dan momen keluarga dipenuhi kebahagiaan sekaligus kepastian perpisahan.

Film ini juga mengeksplorasi tema perang, kesepian, dan rasa memiliki, tetapi kekuatan terbesarnya terletak pada penggambaran keibuan. Cinta Maquia tidak pernah bergantung pada pengakuan atau imbalan.

Ia ingin Ariel hidup bahagia, bahkan jika masa depan itu ada tanpanya.

9. Violet Evergarden: The Movie (2020)

Violet Evergarden: The Movie menjadi babak akhir yang sangat emosional dari salah satu cerita anime paling dicintai.

Diproduksi Kyoto Animation, film ini melanjutkan perjalanan Violet memahami emosi setelah menghabiskan masa kecil sebagai tentara.

Bekerja sebagai Auto Memory Doll, Violet membantu orang mengungkapkan perasaan yang tidak bisa mereka katakan dengan menulis surat.

Melalui pengalaman ini, ia perlahan sembuh dari trauma perang sambil menemukan arti cinta, kehilangan, dan koneksi manusia.

Film ini membawa perjalanan pribadinya ke klimaks emosional saat ia menghadapi perasaan yang belum terselesaikan terkait Mayor Gilbert.

>>> Insentif Rp5,4 Miliar untuk Divisi Chip Picu Kecemburuan di Samsung

Kisah ini menyeimbangkan beberapa narasi emosional, masing-masing menyoroti bentuk cinta dan perpisahan berbeda. Hubungan keluarga, persahabatan seumur hidup, dan pengabdian romantis semuanya hadir dalam film yang mengharukan ini.