Namun selama masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih dapat digunakan.

"Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF.

Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung," kata Renaldi.

Ia menambahkan penyusunan skenario dan pelaksanaan pengujian menjadi tahapan penting sebelum pemerintah memutuskan penerapan MLFF secara lebih luas.

Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan dan mempercepat transaksi di jalan tol.

Secara terpisah, Pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan Anton Budiharjo mengatakan implementasi MLFF semakin dibutuhkan seiring meningkatnya volume lalu lintas.

Sistem pembayaran elektronik membuat seluruh transaksi tercatat digital sehingga pengawasan lebih mudah.

"Volume lalu lintas terus meningkat. Dengan pembayaran berbasis elektronik, seluruh transaksi akan tercatat secara digital sehingga pengawasan menjadi lebih mudah.

>>> Pemerintah India Perintahkan Platform Streaming Hapus Film Satluj

Jika ke depan ada kebijakan baru seperti pajak jalan tol, perhitungannya juga akan lebih sederhana karena seluruh data sudah terekam secara elektronik," ujar Anton.