"Perubahan ekspresi gen berpotensi memengaruhi kesuburan pria, itulah mengapa bidang penelitian ini penting.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menghubungkan langsung perubahan metilasi DNA sperma akibat polusi udara dengan kesuburan," ujar Nobles yang memimpin investigasi.

Para ahli independen mencatat bahwa meskipun penelitian menunjukkan hasil yang terukur, konfirmasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampak klinis yang tepat pada reproduksi manusia.

"Saat ini, belum mungkin menyimpulkan apakah perubahan metilasi DNA sperma yang diamati bermakna secara klinis untuk infertilitas pria.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengonfirmasi atau menyangkal hal itu," kata Prof. Allan Pacey, profesor andrologi di University of Manchester.

Ilmuwan lain setuju bahwa studi ini memberikan data berharga untuk pemahaman ilmiah yang lebih luas tentang dampak lingkungan terhadap kesehatan reproduksi.

>>> DPR Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Antisipasi El Nino

"Ini adalah penelitian penting yang menambah bukti bahwa kualitas sperma dipengaruhi secara negatif oleh polutan udara," kata Prof. Richard Lea, profesor biologi reproduksi di University of Nottingham.