Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung hingga Kamis (2/7) pagi.

Api masih terlihat di sejumlah titik dan asap pekat terus membumbung ke udara.

>>> Hasil Piala Dunia: 10 Pemain Hajar Bosnia Herzegovina, AS ke 16 Besar

Pantauan di lokasi menunjukkan asap bergerak ke utara mengikuti arah angin. Beberapa titik api masih menyala di tengah tumpukan sampah yang terbakar sejak Selasa (30/6).

Aktivitas di TPA nyaris berhenti. Tidak ada kendaraan pengangkut sampah yang keluar masuk, dan alat berat terparkir di area aman.

Proses pemadaman pada Kamis pagi dihentikan sementara. Petugas pemadam kebakaran beristirahat di Kantor UPT TPA Jatiwaringin sebelum melanjutkan upaya pemadaman.

Satu unit mobil stasiun pemantau kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) diterjunkan untuk memantau dampak pencemaran udara.

>>> SHUTTLE OPEN 2026: Legenda Bulutangkis Dunia Akan Bertemu di Jakarta

Sedikitnya tiga kecamatan terdampak polusi udara, yaitu Mauk, Rajeg, dan Sukadiri. Sebaran asap tergantung pada kondisi angin.

Seorang warga Desa Tanjakan Mekar, Sarnata, mengatakan sebagian warga masih mengungsi di kantor desa sejak Rabu (1/7) malam karena asap semakin pekat.

"Asapnya perih, dada juga sesak. Kalau asapnya sudah ke sini, perihnya bukan main," ujar Sarnata.

Desa Tanjakan Mekar yang berada di sisi barat TPA menjadi salah satu wilayah paling sering terdampak saat arah angin berubah.

>>> Daftar 10 Tim Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Sarnata mengaku dirinya dan warga lain mulai mengalami gangguan kesehatan seperti batuk dan sesak dada. Cucunya yang masih balita bahkan dilarikan ke rumah sakit karena sesak napas.