Memperingati Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni, Bank Mandiri memperkuat ketahanan ekonomi keluarga Indonesia melalui ekosistem inklusi keuangan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Bank menghadirkan pengalaman perbankan yang mudah, aman, dan nyaman hingga ke kelompok yang selama ini terbatas aksesnya.

>>> Pelatih RD Kongo Terima Kabar Duka Ayahnya Wafat usai Lawan Inggris

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, mengatakan pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring kemampuan perusahaan menciptakan dampak sosial yang nyata dan terukur bagi masyarakat.

"Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif merupakan pilar penting bagi kemajuan bangsa.

Karena itu, kami terus menguatkan ekosistem layanan yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal," ujar Henry dalam keterangan resmi, Senin (29/6).

Ekosistem inklusi keuangan Bank Mandiri mencakup perluasan akses perbankan, penyediaan pembiayaan produktif, pemberdayaan pekerja migran, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Jaringan Mandiri Agen dan Penyaluran KUR

Hingga akhir 2025, Bank Mandiri didukung 111.035 Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah untuk memperluas akses perbankan hingga pelosok negeri.

Jaringan tersebut memfasilitasi pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru, melayani 963 ribu debitur KUR, dan mendukung pengelolaan 531 koperasi desa dan kecamatan.

Sepanjang 2025, bank bersandi saham BMRI ini menyalurkan KUR sebesar Rp40,99 triliun kepada 355.658 UMKM, atau 106,5 persen dari target yang ditetapkan.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini 2 Juli 2026 Berbalik Naik, Buyback Ikut Menguat

Sebanyak Rp25,13 triliun atau 61,54 persen dari total penyaluran masuk ke sektor produksi, dengan pertanian sebagai penerima terbesar, diikuti jasa produksi, industri pengolahan, dan perikanan.